• Jelajahi

    Copyright © IKAL PPSA 24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Prof. Badri Munir Sukoco, Alumni PPSA 24 Lemhannas RI yang Kini Menjadi Sekjen Kemendiktisaintek RI

    Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (PPSA 24)
    Friday, May 15, 2026, May 15, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T12:05:42Z

     


    Nama Prof. Badri Munir Sukoco menjadi salah satu sosok akademisi yang diperhitungkan dalam dunia pendidikan tinggi dan manajemen strategis di Indonesia. Lahir pada 11 September 1978, pria yang dikenal dengan nama lengkap Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D. ini menunjukkan perjalanan karier yang penuh dedikasi, baik sebagai akademisi, penulis, maupun pemimpin pendidikan nasional.

    Karier akademiknya berkembang pesat sejak usia muda. Di tengah kiprahnya sebagai dosen dan peneliti, Prof. Badri berhasil mencatatkan prestasi sebagai salah satu profesor termuda di Indonesia. Ia memperoleh gelar Guru Besar saat berusia 38 tahun, sebuah pencapaian yang memperlihatkan kapasitas intelektual dan produktivitas ilmiahnya di bidang manajemen strategi.

    Dalam dunia akademik, Prof. Badri dikenal sebagai Guru Besar Manajemen Strategi pada Departemen Manajemen serta Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga. Kiprahnya di lingkungan kampus tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga pengembangan riset, penguatan kualitas sumber daya manusia, dan peningkatan daya saing pendidikan tinggi Indonesia.

    Sebagai akademisi, ia memiliki perhatian besar terhadap pengembangan ilmu manajemen strategis. Berbagai buku, jurnal, dan karya ilmiah telah dihasilkannya sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Pemikirannya banyak digunakan dalam kajian organisasi, kepemimpinan, inovasi, dan strategi bisnis di Indonesia.

    Semangat intelektual tersebut tetap dijaga ketika dirinya mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPSA) 24 di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia. Di tengah padatnya agenda pendidikan kepemimpinan nasional, Prof. Badri tetap aktif menulis buku mengenai manajemen strategis. Hal itu menunjukkan konsistensinya dalam menjaga tradisi akademik sekaligus memperkuat kontribusi keilmuan bagi bangsa.

    Keikutsertaannya dalam PPSA 24 Lemhannas RI menjadi bagian penting dalam perjalanan kepemimpinannya. Program tersebut dikenal sebagai ruang pembentukan calon pemimpin nasional lintas sektor yang memiliki wawasan kebangsaan, kemampuan strategis, serta perspektif ketahanan nasional yang kuat.

    Pengalaman akademik dan kepemimpinan yang dimilikinya kemudian membawa Prof. Badri pada tanggung jawab yang lebih besar di tingkat nasional. Pada 23 Februari 2026, ia resmi dilantik sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Amanah tersebut menjadi bentuk kepercayaan negara terhadap kapasitas intelektual dan kepemimpinan yang dimilikinya.

    Pelantikan tersebut menandai babak baru pengabdiannya dalam membangun sistem pendidikan tinggi, riset, dan inovasi nasional. Dengan latar belakang akademik yang kuat, Prof. Badri diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang progresif, adaptif, dan berorientasi pada penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

    Di mata kolega dan mahasiswa, Prof. Badri dikenal sebagai sosok disiplin, produktif, dan visioner. Ia tidak hanya aktif dalam forum akademik nasional maupun internasional, tetapi juga konsisten mendorong budaya literasi dan riset di kalangan generasi muda. Dedikasinya terhadap dunia pendidikan menjadikannya figur inspiratif bagi banyak akademisi Indonesia.

    Kini, di usia 48 tahun, Prof. Badri Munir Sukoco terus melanjutkan pengabdian bagi bangsa melalui dunia pendidikan dan kepemimpinan nasional. Perjalanan hidupnya menjadi gambaran bahwa ketekunan dalam belajar, konsistensi dalam berkarya, dan semangat pengabdian dapat membawa seseorang menjadi tokoh penting yang memberi manfaat luas bagi negeri. 


    Redaksi: Bhumi Literasi Anak Bangsa

    Komentar

    Tampilkan